Selasa, 26 Juni 2012

Subneting

Mengelola jaringan besar sering kali merasa perlu membagi-bagi jaringan menjadi bagian-bagian lebih kecil lagi (disebut subnetworks) sebagai usaha memberikan fleksibilitas addressing.

Dengan subnetting, sebuah network address yan besar dapat kita pecah menjadi subnetwork, atau disingkat subnet. Sebagai contoh, network 172.110.1.0, 172.110.2.0 dan 172.110.3.0 kesemuanya merupakan subnet dari network 172.110.0.0

Beberapa Alasan Membangun Subnetting


  • Mereduksi traffic jaringan
  • Mengoptimasi performansi jaringan
  • Memudahkan manajemen
  • Mengefektifkan jaringan yg dibatasi area geografis luas

Subnet Mask
Agar subnet address yg kita buat dapat bekerja, setiap mesin dalam network haruslah mengetahui bagian mana dari host address yang digunakan sebagai subnet address. Untuk kebutuhkan ini, maka setiap mesin perlu kita beri apa yg disebut subnet Mask.
Subnet Mask  digunakan untuk :
  •  Membedakan network ID dan host ID
  • Menunjuk letak suatu host, apakah berada dijaringan lokal atau jaringan luar
 Sedangkan cara untuk mengetahui berapa banyaknya subnetwork dan mengetahui berapa banyaknya ip address yang ada dalam cakupan subnetwork tersebut bisa menggunakan rumus ini :

1.      Menghitung Jumlah Subnetwork
Kelas A dengan menggunakan Subnetmask Default 255.0.0.0 atau ditulis dalam bilangan biner adalah : 11111111.00000000.00000000.00000000
            2x  dimana x adalah banyaknya angka 1 dalam 3 oktet terakhir
            20 = 1 subnetwork.
Kelas A  dengan menggunakan Subnetmask 255.255.255.252 atau ditulis dalam bilangan biner adalah : 11111111. 11111111. 11111111. 11111100
            2x  dimana x adalah banyaknya angka 1 dalam 3 oktet terakhir
            222 = 4.194.304  subnetwork.
Kelas B dengan menggunakan Subnetmask Default 255.255.0.0 atau ditulis dalam bilangan biner adalah : 11111111. 11111111.00000000.00000000
            2x  dimana x adalah banyaknya angka 1 dalam 2 oktet terakhir
            20 = 1 subnetwork.
Kelas B dengan menggunakan Subnetmask 255.255.255.252 atau ditulis dalam bilangan biner adalah : 11111111. 11111111. 11111111. 11111100
            2x  dimana x adalah banyaknya angka 1 dalam 2 oktet terakhir
            214 = 16.384 subnetwork.
Kelas C dengan menggunakan Subnetmask Default 255.255.255.0 atau ditulis dalam bilangan biner adalah : 11111111.11111111.11111111.00000000
            2x  dimana x adalah banyaknya angka 1 dalam 1 oktet terakhir
            20 = 1 subnetwork.
Kelas C dengan menggunakan Subnetmask 255.255.255.252 atau ditulis dalam bilangan biner adalah : 11111111. 11111111. 11111111. 11111100
            2x  dimana x adalah banyaknya angka 1 dalam 1 oktet terakhir
            26 = 64 subnetwork.

Kesimpulan dalam menghitung jumlah subnetwork dari contoh diatas adalah :
Jika IP Address yang dipakai adalah Kelas A maka menghitung dengan 3 Oktet Terakhir
Jika IP Address yang dipakai adalah Kelas B maka menghitung dengan 2 Oktet Terakhir
Jika IP Address yang dipakai adalah Kelas C maka menghitung dengan 1 Oktet Terakhir



2.      Menghitung Jumlah Host
Dalam Menghitung jumlah host lebih mudah dibanding dengan menghitung subnetwork, ikuti langkah berikut :

2(32 – CIDR)  – 2. 

Dimana CIDR adalah jumlah angka 1 pada subnetmask jika ditulis dalam bilangan biner. Contoh :
 IP address 191.34.100.1 dengan netmask 255.255.240.0 jika ditulis dalam biner maka  111111111.111111111.11110000.00000000 = jumlah angka 1 ada 20
2(32 – 20)  – 2  =

2(12)    – 2             

4.096 – 2       = 4094 Host

Silahkan dibuktikan dengan tabel berikut :


Tidak ada komentar: